Kaito, Sho, Kishi dan Jin besahabat sejak kecil. Mereka sering bermain bersama karena hidup bertetangga, namun semuanya berubah semenjak musim panas 7 tahun lalu. Niat ke-4nya mencari serangga berubah menjadi petaka. Sho kehilangan kesadarannya dan dibawa ke kota. Keluarga Kishi bangkrut dan harus pindah. Jin semakin menutup diri dengan menyibukan diri dengan hobinya. Tiba-tiba Sho kembali muncul dihadapan mereka namun lelaki itu tak mengenali kawannya.
Tampilkan postingan dengan label fanfic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfic. Tampilkan semua postingan
Affogato [Palace Story Series]
Cast: Umika Kawashima, Ryosuke Yamada, Yuya Takaki, Mizuki Itagaki
Kepala Umika pening menghadapi tingkah kekanakan pegawai baru yang suka menggodanya. Namun berkatnya mungkin gadis itu bisa maju mencari cinta yang baru.
Omurice [Palace Story Series]
Author: ghee na chan / Nachii73
Cast: Keito Okamoto, Daiki Arioka, Umika Kawashima etc
Language: Indonesia
Genre: General, Friendship
Disclaimer: This fanfic pure made by me. The cast 100% real in this word but story just a fiction. Happy reading ^.^
(Sumary)
Ditaman belakang Palace tempat Keito beristirahat sebentar setelah penat mengurus stok barang. Tapi hari ini spesial Daiki menemaninya, Yamada yang menyeretnya datang. Kekasih Tenchounya sebentar lagi pulang, mereka asyik berdiskusi tapi oopss.
Ditaman belakang Palace tempat Keito beristirahat sebentar setelah penat mengurus stok barang. Tapi hari ini spesial Daiki menemaninya, Yamada yang menyeretnya datang. Kekasih Tenchounya sebentar lagi pulang, mereka asyik berdiskusi tapi oopss.
Puding Tea [Palace Story Series]
Author: ghee na chan / Nachii73
Cast: Hokuto Matsumura, Yamada Ryousuke, Shimazaki Haruka etc
Language: Indonesia
Genre: General, Friendship
Disclaimer: This fanfic pure made by me. The cast 100% real in this word but story just a fiction. Happy reading ^.^
(Sumary)
Pagi itu Hokuto datang ke Palace dengan semangat, resep yang selama ini terngiang-ngiang dikepalanya sudah tak bisa dibendung lagi. Di dapur Palace lelaki itu mulai bereksperimen dengan resepnya. Ia ingin gadis berlesung pipi itu menyicipinya saat datang nanti
Pagi itu Hokuto datang ke Palace dengan semangat, resep yang selama ini terngiang-ngiang dikepalanya sudah tak bisa dibendung lagi. Di dapur Palace lelaki itu mulai bereksperimen dengan resepnya. Ia ingin gadis berlesung pipi itu menyicipinya saat datang nanti
Iced Coffe Milk [Palace Story Series]
Title: Ice Coffe Milk [Palace Story Series]
Author: ghee na chan / Nachii73
Starting: Lewis Jesse, Uehara Mina (oc), Yamada Ryosuke, Airi (oc), Yuta (oc)
(Sumarry)
Di meja bar panjang itu, tempat Mina berusaha lari dari masalahnya. Jesse bartender tampan Palace selalu menjadi pendengar yang baik.
Atatakai Suupu [Palace Story Series]
Title: Atatakai Suupu [Palace Story Series]
Author: ghee na chan / Nachii73
Cast: Takaki Yuya, Kawashima Umika etc
Language: Indonesia
Genre: General, Friendship
Disclaimer: This fanfic pure made by me. The cast 100% real in this word but story just a fiction. Happy reading ^.^
(sumarry)
Setelah penat seharian bekerja di dapur, memandang wajahmu di bawah gemerlap bintang adalah hal terbaik. Tak hanya sup buatanmu yang membuat tubuhku hangat, tapi hatiku juga. Tapi entah kapan kau akan berpaling padaku, menyadari perasaanku padamu.
Roasted Bread Fruit [Palale Story]
Author: ghee na chan / Nachii73
Cast: Tamai Shiori, Nakajima Yuto etc
Language: Indonesia
Genre: General, Friendship
Disclaimer: This fanfic pure made by me. The cast 100% real in this word but story just a fiction. Happy reading ^.^
(Sumary)
Meskipun sepasang kekasih, Shiori dan Yuto tak memiliki waktu bersama. Padahal mereka sekolah dan bekerja ditempat yang sama, Shiori benar-benar frustasi rasanya lebih baik mereka menjadi teman sekelas dan rekan kerja saja.
Secangkir Kopi Hitam
Title: Secangkir Kopi Hitam [Palace Story Series]
Author: ghee na chan / Nachii73
Cast: Yamada Ryosuke, Arioka Daiki etc
Language: Indonesia
Genre: General, Friendship
Disclaimer: This fanfic pure made by me. The cast 100% real in this word but story just a fiction. Happy reading ^.^
(Sumary)
Ini malam ketiga Daiki datang ke Palace Cafe, memesan secangkir kopi hitam lalu membiarkannya dingin tak tersentuh. Yamada bingung apa yang sedang terjadi pada sobatnya itu.
Emerald Mojito [Palace Story Series]
Title: Emerald Mojito [Palace Story Series]
Author: ghee na chan / Nachii73
Cast: Yabu Kouta, Inoo Kei, Chinen Yuki (oc inspired by Yuri haha) etc
Language: Indonesia
Genre: General, Friendship
Disclaimer: This fanfic pure made by me. The cast 100% real in this word but story just a fiction. Happy reading ^.^
Yabu sedang suntuk karena deadline pekerjaannya, namun tiba-tiba ia bertemu seorang bocah dengan sura cempreng Chinen. Siapa sangka bocah itu lalu mempertemukannya seorang berambut jamur Kinoko-chan. Ah gawat Yabu mulai berdebar padanya.
Stawberry shortcake
Title: Stawberry shortcake
Cast: Chinen Yuri, Arioka Daiki
Genre: general
Disclaimer: This story is pure made by me.
*inspired by Smileage song Thank ou Crème Brulee
Summary: Apa yang kau lakukan saat patah hati? Chinen baru saja patah hati. Daiki membawanya kesebeah cafe yang memesan banyak makanan manis. Bagi lelaki itu itu mengobati pahitnya patah hati paling pas dengan makanan manis.
Daiki memasuki Jhonny’s
Jimusho dengan santai. Ia tahu pasti hari ini ruang latihan tak terlalu
ramai. Tapi ia tetap memutuskan untuk datang toh hari ini tak libur. Meskipun
ia harus berlatih sendiri di ruangan itu tak masalah baginnya. Tempat itu
begitu nyaman membuatnya merasa betah. Tempat dimana canda, tawa, keringat, dan
air mata mereka rasakan bersama. Dan lagi tak ada hal yg ingin dia kerjakan di
rumah. Meskipun benar-benar tak ada orang di tempat itu. Paling tidak ia bisa
mencari inspirasi dan menulis lagu baru. Ia menaiki escalator menuju lantai 2.
Kemudian menuju ruangan yg biasa mereka jadikan basecamp.
“aree . . .” benar-benar sunyi ruangan itu. Hanya ada Chinen
yg sedang sibuk melihat kearah luar jendela. Chinen menyadari kehadiran Daiki
tapi ia tak merespon sibuk melihat kota dari jendela. Daiki melepaskan
sepatunya lalu meletakannya dirak. Kemudian melepaskan jaket dan topi fedora
hitamnya lalu menggantungnya. Lalu melepaskan tas selempang kulitnya dan
melemparnya menuju sofa merah tepat di depan pintu masuk. Dibukanya lemari es
tepat disebelah kiri ruangan diambilnya sembungkus Pocky rasa Stroberi. Setelah
itu bergabung bersama Chinen yg masih sibuk dengan duniannya.
“ku pikir kau lebih memilih tidur di rumah hari ini dari
pada datang” Daiki memulai pembicaraan.
“aku habis dari suatu tempat, trus dari pada pulang dulu
mending kesini. Aku butuh teman bicara” terang Chinen.
“Ehhh!! Jarang-jarang Chinen mau curhat, nani?? Nani?? Kau
bertengkar lagi sama Yama-chan??” Chinen menggeleng.
“nee, kau pernah merasakan kataomoi???” Chinen menatap Daiki
lekat-lekat. Daiki mendadak berhenti
mengunyah Pockynya.
JJJ
Chinen melihat sekelilingnya bingung. Daiki sibuk memesan
makanan pada pelayan. Chinen ingat betul Daiki pernah beberapa kali mengajaknya
makan disini. Sweets café di depan stasiun Akihabara. Seperti namanya café ini
terkenal dengan kue-kuenya yg manis. Daiki menyenggol lengan Chinen.
“mau makan apa??” tanyannya.
“ahh ngikut aja deh” Daiki mengerti ia pun memesan makanan
sama persis seperti miliknya. Setelah pelayan itu meninggalkan mereka Chinen
mulai berbicara.
“nee Daichan, kenapa kau mengajakku kesini?” Tanya Chinen menyelidik.
“kau sedang patah hati kan??” tak ada jawaban dari Chinen,
ia hanya menundukan kepalanya lemas.
“makanya aku ngajakin kamu kesini, di tempat ini aku
biasanya mengobati sakit hatiku” terang Daiki, Chinen menatap Daiki penasaran.
“gomatase shimashita” Dua pelayan wanita datang dengan
nampan berisi makanan pesanan mereka.
“2 Banana Roll, 2 Strawberry Shortcake, 2 Puding, dan 2 Milk
Tea” pelayan berambut Hitam sebahu ini kembali mengulang pesanan mereka sambil
meletakannya ke meja, begitu juga pelayan yg satu lagi. Chinen
mengerjap-ngerjap matanya tak percaya. Jarang-jarang ia memakan 2 jenis cake
sekaligus ditambah Puding dan Milk Tea. Chinen mengelus-elus perutnya, ia agak
menyesal tak memesan makanannya sendiri. Porsi makan Daiki memang lebih besar
darinya.
“itadakimasu” keduanya mulai memakan makanan mereka Daiki
memilih memakan Banana Roll-nya dahulu sedangkan Chinen memilih Stawberry
Shortcake.
“nee, jadi kau benar-benar menyerah??” Chinen mengangguk
lemat mulutnya masih mengemut garpu cakenya.
“aku sudah mengatakannya, tapi dia menolakku. Sudah punya
seseorang yg special katanya” Chinen meletakan garpunya di piring kecil itu. Pandangannya
menerawang entah kemana. Gadis itu, Ia tak menyangka gadis itu tak menerima
cintanya. Perlakuan gadis itu padanya membuat Chinen yakin gadis itu
menyukainya juga. Tapi ternyata sebaliknya. Daiki memandangi Chinen Kasihan. Ia
mengambil piring berisi Strawberry Shortcake-nya. Menganti menu makanannya.
Jemari Daiki mulai menyedok cake menggunakan garpu kuennya. Ia mengambil
potongan kue yg dilumuri krim tebal.
“kau tahu, waktu aku makan kue ini. Mendadak wajahnya terlintas
di kepalaku. Wajahnya yg manis, perasaan hangat waktu kita berbicara, atau
caranya tersenyum. Manisnya jatuh cinta bahkan lebih manis daripada ini” Daiki
tersenyum simpul. Daiki lalu menyomot Strawberry dan memasukannya kedalam
mulutnya. Tiba-tiba raut wajahnya berubah masam. Chinen tahu pasrti
Strawberry-nya asam.
“uwwaaa, asemm banget” ekspresi Daiki membuat Chinen
terkikih.
“ahh rasa Srawberry ini mengingatkanku waktu di tolak. Tapi tak
apa dengan lanjut memakan cake ini rasa asamnya hilang”
“kau tahu maksudku kan??” Chinen terlihat bingung.
“Ehhh?? Chotto” Chinen berpikir sejenak.
“etto, jadi maksud Daichan, kalo aku jatuh cinta lagi aku
bisa sepenuhnya ngelupain patah hati ini”
“Sou, tapi nggak harus sih. Kamu bisa ngelakuin hal-hal yg
bikin kamu seneng shoping kek, makan kek, tidur juga bisa. Pokoknyya lakuin
hal-hal yg bikin kamu bahagia”
“Souka”
“ah iya, ini kali pertamanya kamu cerita kamu lagi patah
hati. Ehem ehem Hatsukoi desu ka??” Daiki mencolek Chinen nakal. Chinen
tersenyum malu.
“ahh Souu, jangan kapok jatuh cinta ya. Suatu saat pasti
kamu bisa bertemu sama gadis yg di takdirkan untukmu” Chinen mengangguk
mengerti. Dengan semangat ia mengambil stroberi shortcakenya, kemudian
menusukan garpunya pada buah berwarna merah itu lalu memasukan ke mulutnya.
“eh, stroberiku manis. Gimana dong?” komentar Chinen.
uhukkk
Minuman yang Daiki minum menyembur keluar. Bergegas ia
mengamit tisu mengelap mulutnya yang basah.
Seumur-umur ia makan disini ia selalu mendapatkan Stroberi yang asam.
Sekarang ia bingung apa yang harus ia katakan kepada Chinen. Lelaki mungil itu
tersenyum, paham sobatnya itu sedang mencari kata-kata yang pas untuk
menghiburnya kembali.
“tapi aku senang Dai-chan menghiburku seperti ini. Meskipun
Filosofi Stroberi Shortcakemu gagal”.
Daiki meringis pahit mendengarnya. Kemudian ia kembali
melahap kuenya. Ia berharap manisnya krim kue ini membuat pahitnya filosofinya
yang gagal hilang. Tapi ia merasa lega, kawan kecilnya itu sudah lebih ceria
sekarang.
~owari~
#NulisRandom2017 #Day15
Beautiful Angel
BEAUTIFUL ANGEL
KOTA YABU X SAYUMI MICHISHIGE
Matahari bersiap pulang
beristirahat diperaduannya. Langit senja bersemu merah muda itu menemani Yabu
menikmati sekaleng kopi seperti biasanya. Daedaunan yang telah menguning itu
ikut terbang di tiup angin. Lelaki itu menyenderkan punggungnya di bangku taman
itu. Yoyogi kouen (Taman Yoyogi) sore ini cukup sepi. Hanya ada beberapa orang
yang sedang menikmati sore. Mata lelaki itu menyapu sekitar mencari seseorang.
Dia disana dibawah pohon ginkou
yang sedang merontokan daunya. Rambut hitam panjangnya yang tergerai ikut
menjadi tempat daun-daun itu mendarat. Lengannya sibuk mendorong kursi roda
dengan nenek tua diatasnya.
“Oba-chan sudah sore, pulang dulu
yuk” samar-samar lelaki itu mendengar suara gadis itu.
“ahh nggak mau pulangg” rengek
nenek tua itu.
“nanti sakit loh, hari minggu
hana-chan kan mau berkunjung kalo neneknya sakit nggak bisa main bareng dong”
bujuknya, nenek itu terlihat berfikir sejenak.
“baiklah” akhirnya nenek itu
menyetujuinya. Yabu ikut senang mendengarnya.
Kini mereka berdua berjalan kea
rah Yabu, tepatnya jalan setapak tepat didepan lelaki itu duduk. Lelaki itu
merasa berdebar seperti biasa. Ditegakan punggungnya, tangannya merogoh saku
mengeluarkan ponselnya lalu jemarinya mulai sibuk menari diatas layar.
“Konbanwa” sapa gadis itu hangat
saat melitas tepat di depan yabu.
“kon, konbanwa” jawabnya tergagap.Jantungnya berdebar tak karuan. Gadis
itu terlalu sempurna menjadi spesies manusia. Tak hanya rupanya yang menawan,
ramah dan baik hati. Mungkin gadis itu malaikat yang turun dari kayangan.
Hiden Love
Hiden Love
Nakajima Yuto X Kawashima Umika
Langit sore kota Tokyo begitu cerah Yuto berjalan riang
menyusuri jalanan kota. Senyum manis tak berhenti menghiasi wajahnya. Tak lama
kemudian sepasang kaki jenjang milik Yuto berhenti di depan rumah kediaman keluarga Kawashima.
Ia lalu memencet bell rumah yg cukup besar itu. Tak lama kemudian seorang gadis
yg berstatus mantan teman sekelasnya, membukakan pintu.
“yuto-kun?? Ada apa?? Nganterin undangan Reunian lagi??” kata sang gadis bercanda.
Yuto menggeleng “aku mencarimu, Umi-chan” sebuah rona merah menghias pipi gadis yg di panggil Umi itu, sebuah senyuman puas menghias wajah Yuto.
“mencariku?!! Aku tak punya hutang padamu kan??! ” kata sang gadis bercanda. Sang pria hanya merengut kesal.
“Cuma bercanda, ayo masuk“ sang gadis lalu menarik tangan sang pria dan membawanya masuk kedalam rumah. Rona bahagia terpancar dari keduanya, ntah kapan mereka menyatukan cinta yg bersembunyi di hati mereka.
“yuto-kun?? Ada apa?? Nganterin undangan Reunian lagi??” kata sang gadis bercanda.
Yuto menggeleng “aku mencarimu, Umi-chan” sebuah rona merah menghias pipi gadis yg di panggil Umi itu, sebuah senyuman puas menghias wajah Yuto.
“mencariku?!! Aku tak punya hutang padamu kan??! ” kata sang gadis bercanda. Sang pria hanya merengut kesal.
“Cuma bercanda, ayo masuk“ sang gadis lalu menarik tangan sang pria dan membawanya masuk kedalam rumah. Rona bahagia terpancar dari keduanya, ntah kapan mereka menyatukan cinta yg bersembunyi di hati mereka.
#NulisRandom2017 #Day13
Your Smile
Your
Smile J
YURI
CHINEN X AOI MORIKAWA
DEG DEG Jantung Aoi berdegup
kencang, pipinya pun memerah. Senyum itu?? Senyuman itu yg membuat hari-harinya
ceria. Senyum itu yg selalu membuatnya melupakan kesedihan yg menghampirinya.
Senyum itu?? Aoi benar-benar menyukai senyum itu.
“lihat gigi kelincinya! Manis sekali bukan” Jerit Aoi dalam hati.
“Aoi-chan!!” seru Chinen kesal
sambil mengguncang-guncangkan tubuh mungil Aoi.
“eh??!” Aoi hanya mampu
mengucapkan kata itu. Chinen terlihat cemberut, sebal ternyata yg di ajak
ngobrol malah melamun.
“ada apa? Kau melamun terus?!” bukannya
menjawab Aoi malah menarik kedua sisi bibir Chinen.
“aku hanya mau bilang. Aku suka
senyumanmu Yuri-kun. Tetap tersenyum dan slalu disampingku ya” pesan Aoi
singkat.
“tanpa kau bilang begitu. Aku akan
tetap disampingmu, Aoi-chan” kini giliran Chinen mencubit pipi chubby Aoi.
#NulisRandom2017 #Day12
Palace Story (prolog)
holaa
fanfic baru nihhh
sebenernya udah terbit di wattpad udah lama
tapi ku post disini juga
cerita ini sebenarnya terinspirasi dari fanfic oneshootku
namun di perbaharui diberbagai hal dan tenang semua member JUMP bakal muncul kok
Tak jauh dari stasiun Omotesando kau akan menemukan bangunan
unik yang penuhi jalaran tanaman hijau. Jika musim panas datang seperti
sekarang ini bunga-bunga azalea mekar dengan indahnya diantara tanaman hijau
itu. Bangunan yang cukup mencolok dibanding bangunan-bangunan disekitarnya. Jangan
kira tempat itu adalah sebuah kebun botani, toko bunga , ataupun toko tanaman. Sebilah
papan bulat dengan tulisan ‘Palace café’ menggantung dipintunya. Meskipun dari
luar tampak sederhana tapi bagian dalam café itu cukup luar bisa. Siapapun tak
menyangka bagian dalam café luas. Dipojok ruangan terdapat panggung kecil
dengan piano. Biasanya diakhir pekan ada yang memaikan piano disana. Terkadang
juga dengan penampilan music akustik. Hanya saja sudah 2 bulan belakang
ini piano itu tak tersentuh. Pianis yang
biasa memainkan piano itu pergi ke Viena untuk melanjutkan sekolah musik.
Please, stop bully him! (SP 4) End
Author
pov
Mobil
hitam itu terus melaju munyusuri jalanan. Takaoka-san supir keluarga Nakajima
sibuk dibelakang kemudi. Dikursi tengah Yuto sedang sibuk dengan kameranya,
merekam kegiatan liburan musim panas yang sudah berakhir. Ia tengah sibuk
mewawancarai gadis yang duduk disebelahnya, Shiori.
“nee,
gimana kesan liburan kali ini?” tanya Yuto bak jurnalis.
“seruu
bangett! ini pertama kalinya aku liburan di vila pribadi di pinggir pantai
lagi”. Jawab Shiori girang.
“aku
juga banyak belajar masak dari Ryo-nii”. Lanjutnya.
“aku
ingin makan masakan Shiorin”. UcapYuto jujur.
“haha,
jya nanti kubuatkan kare raisu ya”.
“yeyy,
oh ya lanjutin kesanmu lagi dong”.
“ah
iya lanjut ya, tapi di hari terakhir kita kesenangan itu berganti jadi
ketegangan. Dimalam terakhir tidur kita nggak nyenyak, Ryosuke-kun kembali
ngelakuin hal aneh, untung nggak terjadi hal yang gawat. Tapi ada yang buat aku
penasaran, nee-chan ema itu”. Kini
Yuto mulai mengarahkan kameranya ke arah Haruna yang duduk di kursi belakang
disebelahnya Ryosuke sedang terlelap dibahunya.
“Ema yang kalian bilang itu? ” Yuto
terlihat begitu penasaran.
“Yamada-kun
dia hanya kesepian, tuhan tolonglah dia”. Ucap Haruna mengutip tulisan di
lempengan kayu itu. Wajah Yuto mengkerut bingung.
“aku
penasaran jika Keito memiliki harapan baik utuk Ryosuke kenapa ia melakukan hal
seperti kemarin” mereka terdiam cukup lama untuk mencerna semuanya.
“Tapi
bukankah Ryosuke-kun bilang, ia bertemu Keito-kun ketika hari sudah gelap pasti
Keito-kun menuliskannya sebelum kejadian dipinggir pantai itu. Bisa saja ia
berubah pikiran, siapa sih yang nggak kesal barang berharganya dibuang”.
Komentar Shiori. Ada benarnya juga ucapannya, tapi siapa yang tahu isi hati
Keito sebenarnya.
“Jalan
satu-satunya kita datang kerumahnya, pasti ia meninggalkan sebuah wasiat bukan.
Aku yakin Ia meluapkan semua perasaannya selama ini di dalamnya”. Tambah Yuto.
“tapi
Ryosuke kan sudah bilang Ia takan pernah kesana”. Mendadak suasana menjadi
sunyi. Hanya suara halus mesin mobil yang berbunyi. Mereka sibuk dengan
pikirannya masaing-masing. berusaha mencari sebuah alternatif lain. Namun
sepertinya hasilnya nihil.
“aku
akan kesana, tapi . . .” Ryosuke tiba-tiba bersuara. Ia belum terlelap rupanya.
“tapi
tolong temani aku” Senyuman merekah pada ketiganya.
“tentu
saja”. ucapnya bersamaan. Kedua sisi bibir Ryosuke tertarik lebar. Ia bersyukur
memiliki mereka. Ia memutuskan takan kabur dari masalahnya. Entah makian apa
yang akan diterimannya begitu sampai disana. Tapi ia yakin selagi bersama
kawan-kawannya mereka akan baik-baik saja.
***
4
pasang kaki itu berhenti di depan sebuah apartemen kecil pinggir kota. Letaknya
cukup jauh dari stasiun dimana mereka berhenti tadi. Udara tengah hari dimusim
panas membuat mereka berkeringat. Pria berambut coklat itu lalu memencet bell
didepanya. Tidak ada jawaban. Entah ia harus lega atau kecewa. Sekali lagi ia
pencet. Namun lagi-lagi tak ada jawaban. Ia menatap kawan-kawannya bingung.
“coba
sekali lagi”. Saran Yuto. Padahal ia berharap kawannya mengajaknya pulang saja
menikmati segelas es segar. Ryosuke pun kembali memencet bell rumah itu.
“beneran
nih kosong” Keluh Shiori.
“Yaudah
besok kesini aja lagi”. Saran Haruna. Mereka pun sepakat untuk pulang, udara
yang panas membuat mereka tak betah berada di luar. Saat mereka berbalik hendak
pulang, seorang lelaki datang membawa sekantong plastik belanjaan.
“maaf,
mencari siapa ya?”. Tanya lelaki berambut hitam itu.
“ah,
kami mencari Okamoto-san”.
“Ah,
kalian pasti teman-teman Keito ya. Saya Ayahnya silahkan masuk”. Ryosuke,
Haruna, Yuto, dan Shiori agak tak percaya lelaki di depannya adalah ayah Keito.
Dari wajahnya tak Nampak sudah memiliki anak berusia belasan tahun. Rambut
hitamnya yang panjang dibiarkan tergerai. Wajahnya yang mulus masih terlihat
segar hanya kerutan-kerutan halus yang muncul di matanya jika sedang berbicara.
Rumah
itu tak begitu luas dengan satu kamar tidur, kamar mandi, sebuah dapur kecil,
dan ruang tengah tempat untuk bersantai. Mereka berempat duduk mengitari meja
berberntuk persegi panjang itu. Jedela rumah dibiarkan terbuka agar udara bisa
masuk. Tak ada pendingin udara disini hanya ada sebuah kipas yang diletakan
dipojok ruangan. Keringat Ryosuke mengucur
deras, bukan hanya karna kepanasan tapi juga karna gugup. Sudah beberapa kali
ia mengelap keringatnya dengan sapu tangan tapi tetap basah. Ayah Keito lalu
datang membawakan 4 gelas oolong teh
dingin. Lalu duduk bergabung bersama mereka. Nyali Ryosuke menciut,
padahal sudah diputuskan ia yang akan
membuka pembicaraan. Teman-temannya hanya datang menemani. Haruna yang
menyadari kegugupan kekasihnya menggenggam tangannya erat, berusaha
menguatkanya.
“Jadi
ada urusan apa kalian kesini?” Tanya Ayah Keito menyelidik.
“Se
. . . sebelumnya saya perkenalkan dahulu, lelaki yang memakai baju bergaris itu
Nakajima, gadis disebelahnya Tamai, gadis disamping saya Kawaguchi, dan saya
sendiri …” Ryosuke memberikan jeda sebelum menyebut namanya sendiri rasanya
susah sekali keluar dari mulutnya.
“Y…
Ya …Yamada Ryosuke”. Wajah lelaki
berambut gondrong itu berubah menjadi tegang ada kebencian yang tersirat dari
manik matanya. Tak ada reaksi dari ayah Keito, Ryosuke pun lupa melanjutkan
dialognya, sampai Haruna menyenggol lengan kekasihnya.
“aa,
dan saya datang untuk menembalikan ini”. Ayah Keito mengambil kalung ditangan
Ryosuke dengan wajah kaget.
“Keito
bilang kau membuangnya?!” Tanyanya sedikit emosi.
“Maaf”
“BUKAN
JAWABAN ITU YANG KUMAU!” Emosinya akhirnya benar-benar pecah. Ryosuke terlihat
tegang begitu juga yang lain.
“Saya
hanya pura-pura membuangnya, padahal yang kulempar hanya sebuah batu kecil.
Saya tahu apa yang kulakukan tak bisa dimaafkan, tapi saya benar-benar minta
maaf”. Ucap Ryosuke sambil bedogeza. Namun lelaki itu masih menatapnya marah.
“Saya
memang tak berhak mengatakannya, tapi Ryosuke sudah mengalami banyak hal sulit
karna kesalahannya. Jadi tolong maafkan dia”. Tambah Haruna lalu ia ikut
bersujud, Yuto dan Shiori lalu melakukan hal yang sama. Lelaki itu masih
terdiam sambil mengelus-elus dadanya. Tanpa sepatah katapun ia masuk kedalam
kamarnya. Ryosuke menatap kawan-kawannya pasrah. Tak lama kemudian Ayah Keito
kembali dengan sekeping cd dengan tulisan ‘untuk Yamada’.
“Keito,
Anak itu mirip sekali dengan Ibunya, jika Aku jadi dirinya aku tak akan pernah
memaafkanmu”. Ucap Ayah Keito sambil menyodorkan kepingan CD itu. Dengan ragu
tangan itu menerima barang itu.
“Pulanglah
sebelum aku membuatmu babak belur”. Ryosuke menatap pria itu tak percaya, ia
membungkuk hormat lalu bergegas pulang. Keputusannya untuk datang adalah hal
tepat paling tidak kini ia semakin dekat mengetahui isi hati Keito sebenarnya.
***
Cahaya
matahari menembus kaca jendela kamar Ryosuke. 4 remaja itu sedang duduk diatas
sofa empuk
berwarna merah. Diatas meja tergeletak sebuah kue berlapis krim
putih dan stoberi diatasnya. 4 potongan kecil kue itu tertata apik diatas
piring. 4 gelas jus jeruk segar melengkapinya.Ibu Ryosuke yang mebuatkannya,
semenjak Ryosuke kecelakaan hubungannya dan keluarganya semakin baik. Meskipun
masih hidup terpisah karna sekolahnya. Seminggu sekali ia pulang rumahnya. Sikap
ayahnya yang biasanya dingin pun mulai mencair. Ryosuke kini sering diajak
makan malam bersama rekan kerja ayahnya.
Layar
tipis dan lebar itu menempel di dinding kamar Ryosuke. Ke-3nya focus menatap
layar itu. Kecuali Shiori yang mulai sibuk dengan kuenya. Dalam layar itu
gambar Keito terpampang jelas. Lelaki itu duduk di ranjangnya sambil menatap
lurus kedepan. Kulitnya yang putih terlihat pucat. Lengan kanannya tesambung
dengan selang infus. Sedangkan lengan kirinya terbalut kain kasa tebal.
Dada
Ryosuke berdebar, rasa takut dan penasaran bercampur. Gadis disampingnya
menepuk punggungnya pelan, lalu menatap Ryosuke sambil tersenyum manis. Seolah
mengatakan ‘Semuanya akan baik-baik saja’.
“Halo
Keito disini, Yamada-kun kau sedang melihatku kan. Aku membuat Video ini khusus
untukmu. Banyak hal yang ingin kusampaikan padamu. Tapi kurasa waktuku tak banyak
jadi kuputuskan membuat video ini”. Keito berhenti sejenak, wajahnya tetap tenang
seperti biasa.
“Oke
aku mulai saja. Biar kutebak pasti kau menyalahkan dirimu atas kematianku kan?.
Tapi aku tak mati karena kau menyuruhku mati. Kau salah, aku memang mengiris
lengan kiriku tapi aku tak mati karna ini.” Ryosuke menatap layar itu tak
percaya.
“Kau
tahu aku benar-benar marah padamu dihari terakhir liburan kita. Begitu sampai
rumah aku langsung mengiris nadiku tapi sialnya ayahku memergokinya. Ia bilang
jika ingin membuatmu menderita aku harus mati tepat dihadapanmu, bukan seperti
ini. Aku benar-benar baik saja, meskipun aku dibawa kerumah sakit. Tapi malam
harinya penyakitku kambuh, aku menderita penyakit yang sama seperti ibuku. Dan
aku sudah tahu sejak kecil hidupku takan lama.”
“Mungkin
kau takan ingat tapi kita berada di TK yang sama. Sejak kecil aku adalah anak
yang pendiam dan tak punya teman. Berbeda sekali denganmu yang pintar dan punya
banyak teman. Tahun terakhir di festival olahraga penyakitku kambuh, dan kau
datang menggendongku sambil berlari menuju sensei. Sejak saat itu aku
mengaggumimu. Waktu pun berlalu aku tumbuh menjadi orang yang hangat dan punya
banyak teman. Aku berharap bisa kembali bertemu dengamu. dan tuhan mengabulkan
doaku, namun aku kecewa kau berubah. Kau selalu memakiku, menendangiku. Aku
tahu hidupmu tak mudah dan kau kehilangan teman-temanmu. Aku sabar menerima
perlakuanmu karna tak ingin orang lain tersakiti. Tapi tak apa aku memaafkanmu.
Aku yakin sekarang kau sudah berubah kan? Kau sudah menemukan teman yang baik
kan?”
“ah
Ayahku bilang sekali-kali membalasmu tak apa. Dengan keadaanku yg seperti ini
sepertinya tak mungkin. Tapi Aku yakin hari itu akan tiba, dan aku pastikan kau
akan menangis ketakutan. hahaha. Jya sayonara ”
pip
Layar
itu berubah menjadi hitam. “Kau hampir membuatku mati ketakutan tauk”. Umpatnya
kesal.
Ryosuke
terisak. Rasa lega, sedih, marah, bahagia semuanya bercampur jadi satu.
Haruka
mengelus pundaknya pelan, sepasang bola matanya yang indah terlihat berair.
Namun gadis itu masih bisa menahannya, senyumnya merekah lebar berusaha menghibur Ryosuke. Lelaki
itu membalas senyum itu lebar sambil mengusap wajahnya. Ia menatap kawannya
secara bergantian. Yuto lelaki jangkung itu adalah lelaki yang baik dan banyak
bicara, meskipun kehilangan kekasihnya sempat membuatnya gila. Dengan Shiori
yang kini selalu disampingnya membuatnya kembali menjadi dirinya yang hangat. Lelaki
itu masih sangat merasa bersalah hampir membunuhnya. Tak heran jika sedang dalam
masalah Yuto tak segan-segan untuk menolongnya.
Shiori gadis manis yang sangat suka makan dan juga banyak bicara, meskipun
terkadang menjengkelkan karena tingkahnya yang kadang kekanakan. Akhir-akhir
ini Ryosuke dan Shiori sering menghabiskan waktu bersama untuk memasak.
Haruna,
bagi Ryosuke gadis yang terindah yang pernah ia temui. Sepasang matanya yang
lebar selalu membuatnya berdebar. Pertemuan pertama mereka Haruna dengan sabar
menolongnya, saat itu juga Ryosuke terkesan pada kebaikan hatinya. Semakin
mengenalnya semakin Ryosuke gadis itu. Ia benar-benar bersyukur memilika
kekasih seperti Haruna dan sahabat seperti Yuto juga Shiori. Dan untuk Keito,
Ryosuke yakin kau juga bahagia disana bersama Ibumu. Meskipun singkat
terimakasih telah menjadi bagian hidup Ryosuke.
Owari
Please, stop bully him! (SP 3)
Natsu no Banashi part 3
Hari
berlalu sangat lama bagi Keito rasanya tak sabar untuk kembali ke rumah. Tiap
hari, bangun paling pagi untuk menyiapkan sarapan, jika Ryosuke dan
kawan-kawannya hendak bermain di pantai Keito bertugas membawa barang bawaan
mereka. Dan seperti biasa jika Keito melakukan suatu kesalahan mereka tak
segan-segan memukulinya.
Dibasuhnya
wajahnya dengan air segar dari wastafel. Membereskan semua tugas yang Ryosuke
berikan padanya ketika yang lain masih terlelap membuatnya mengantuk. Setelah
mengeringkan wajahnya dengan handuk, Keito mengambil plester. Lalu menutupi
luka sobek di pipinya, warna kulit disekitarnya terlihat biru. Kantung matanya
terlihat hitam karna tak bisa tidur nyenyak. Namun hari ini Keito bisa sedikit
santai Ryosuke hari ini pergi kerumah kawannya sampai sore. Ia bisa
beristirahat sejenak, namun ia harus tetap menyiapkan makan malam. Hari ini
Keito memutuskan pergi berkunjung ke kuil diatas bukit tak jauh dari sini. Biasanya
setelah berdoa dikuil perasaannya membaik. Setelah menelan beberapa pil obat
yang ia bawa, Keito bergegas menuju kuil.
Please, stop bully him! (10/11)
Setelah awan gelap dan hujan turun dengan derasnya, pasti akan tiba waktunya hujan mereda. Awan kelam dan gelap pun tergantikan oleh birunya langit diantara putihnya awal. Jika kau beruntung, kau juga bisa melihat lengkungan indah 7warna di langit.
Langganan:
Postingan (Atom)


















